{"id":129,"date":"2023-04-05T16:47:57","date_gmt":"2023-04-05T09:47:57","guid":{"rendered":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/?p=129"},"modified":"2023-04-05T16:53:36","modified_gmt":"2023-04-05T09:53:36","slug":"19-pengajuan-penghentian-penuntutan-berdasarkan-restorative-justice-disetujui-oleh-jaksa-agung-muda-tindak-pidana-umum-jam-pidum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/2023\/04\/05\/19-pengajuan-penghentian-penuntutan-berdasarkan-restorative-justice-disetujui-oleh-jaksa-agung-muda-tindak-pidana-umum-jam-pidum\/","title":{"rendered":"19 Pengajuan Penghentian\u00a0Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice Disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum\u00a0(JAM-Pidum)"},"content":{"rendered":"\n<p>Jaksa Agung kembali melakukan&nbsp;penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (<em>restorative justice<\/em>) terkait dengan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana, dimana&nbsp;penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (<em>restorative justice<\/em>) yang telah disetujui sebanyak 19 permohonan pada hari Rabu(05\/04\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p>JAM-Pidum menjelaskan bahwa 19 permohonan&nbsp;penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (<em>restorative justice<\/em>) perkara yang telah dikabulkan diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tersangka&nbsp;<strong>GRACIO MARCELINO PALIT<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Minahasa yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka I&nbsp;<strong>HANSYE MAIKEL SORITON&nbsp;<\/strong>dan Tersangka II&nbsp;<strong>HENLY STEVANUS SORITON&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Minahasa yang disangka melanggar Pasal 80 Ayat (1) jo. Pasal 76C Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<strong>ORAL NOUKE SUMOLANG<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Minahasa yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (2) KUHP subsidair Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka<strong>&nbsp;<\/strong><strong>RISKY WENAS<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<strong>PASCAIL KARWUR&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<a><strong>MUHAMAD ROMADON bin HAFIZ alias DODON<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang disangka melanggar Pasal 480 Ayat (1) KUHP tentang Penadahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<strong>RACHMAT ABIDIN alias ABIDIN bin UJANG JUNAIDI&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<strong>RIZKY DWI PUTRA&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<strong>WAHYUDI SAPUTRA&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<strong>YUDA PRATAMA&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<a><strong>MUHAMMAD ADI SULUNG<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Gresik yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Penganiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<a><strong>M. SYAIFUL AMIN bin SAIDIN<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Bangkalan yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<a><strong>FRANGKY bin SURATMAN<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Surabaya yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<a><strong>MUNA NABILA binti MUHAMMAD ZUHRI<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Tuban yang disangka melanggar Pasal 310 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<a><strong>ACHMAD AFFANDI<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak yang disangka melanggar Pasal 310 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<a><strong>ALFIAN UMBU BOLODADI bin alm. ENOS BULU<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Penganiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<a><strong>STEFFANI CICILIA alias CICILIA anak dari BUDI SUSANTO<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak yang disangka melanggar Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dalam Jabatan subsidair Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.<\/li>\n\n\n\n<li><a>Tersangka<\/a>&nbsp;<a><\/a><strong>MAURITS KAREL WAKUM<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Biak Numfor yang disangka melanggar Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan<strong>.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka&nbsp;<a><strong>RYAN WAHYUDI alias RYAN<\/strong><\/a><strong>&nbsp;<\/strong>dari Kejaksaan Negeri Makassar yang disangka melanggar Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>&#8220;Selanjutnya, saya memerintahkan kepada Para Kepala Kejaksaan Negeri untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif sesuai&nbsp;<strong>Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dan<\/strong>&nbsp;<strong>Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01\/E\/EJP\/02\/2022&nbsp;<\/strong>tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum.&#8221;, ujar&nbsp;JAM-Pidum. Rabu(05\/04)<\/p>\n\n\n\n<p>Alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Telah dilaksanakan proses perdamaian dimana Tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan permohonan maaf;<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka belum pernah dihukum;<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana;<\/li>\n\n\n\n<li>Ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun;<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya;<\/li>\n\n\n\n<li>Proses perdamaian dilakukan secara sukarela dengan musyawarah untuk mufakat, tanpa tekanan, paksaan, dan intimidasi;<\/li>\n\n\n\n<li>Tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan karena tidak akan membawa manfaat yang lebih besar;<\/li>\n\n\n\n<li>Pertimbangan sosiologis;<\/li>\n\n\n\n<li>Masyarakat merespon positif.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jaksa Agung kembali melakukan&nbsp;penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice) terkait dengan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana, dimana&nbsp;penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice) yang telah disetujui sebanyak 19 permohonan pada hari Rabu(05\/04\/2023). JAM-Pidum menjelaskan bahwa 19 permohonan&nbsp;penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":130,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=129"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":135,"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129\/revisions\/135"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kejari-mempawah.kejaksaan.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}