Kerap Transaksi di Tengah Laut Natuna Bandar Narkoba Wanita Kalbar Divonis Hukuman Mati

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kasus peredaran narkoba di Kalbar terus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Pengetatan sejumlah kawasan, terutama di border perbatasan terus ditingkat, tak sedikit pelakunya diamankan dan dijatuhi hukuman. Majelis hakim Pengadilan Negeri Mempawah, Kalimantan Barat, menjatuhkan hukuman mati kepada seorang perempuan berinisial AS. AS dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi pengendali peredaran narkoba di Kalbar. Home » Metropolis » Pontianak Kerap Transaksi di Tengah Laut Natuna, Bandar Narkoba Wanita Kalbar Divonis Hukuman Mati Selasa, 14 April 2020 09:39 Kerap Transaksi di Tengah Laut Natuna, Bandar Narkoba Wanita Kalbar Divonis Hukuman Mati Topseventh Ilustrasi hukuman mati dengan cara ditembak bagian organ jantung.  - Kasus peredaran narkoba di Kalbar terus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Pengetatan sejumlah kawasan, terutama di border perbatasan terus ditingkat, tak sedikit pelakunya diamankan dan dijatuhi hukuman. Majelis hakim Pengadilan Negeri Mempawah, Kalimantan Barat, menjatuhkan hukuman mati kepada seorang perempuan berinisial AS. AS dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan menjadi pengendali peredaran narkoba di Kalbar. “Kami (Polda Kalbar) telah menerima tembusan surat putusan dari Pengadilan Negeri Mempawah terkait vonis hukuman mati tersebut," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Gembong Yudha, Senin (13/4/2020). Gembong menerangkan, putusan itu tertuang dalam petikan Pengadilan Negeri Mempawah Nomor: 22/Pid.Sus/2020/PN Mpw tanggal 8 April 2020. "Selain AS yang divonis mati, empat orang komplotannya dijatuhkan hukuman seumur hidup," ujar Gembong. Pengungkapan komplotan bandar narkoba ini diawali dengan ditangkapnya empat orang yang menjadi komplotan pengedar narkoba, pada 8 April 2019. Dalam penggerebekan itu, diamankan barang bukti sebanyak 8 kilogram sabu dan 18 ribu butir pil ekstasi. Gembong menerangkan, saat dilakukan pengembangan kasus, tim mengarah kepada pengendali jaringan yaitu seorang wanita dengan inisial AS warga Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kerap Transaksi di Tengah Laut Natuna, Bandar Narkoba Wanita Kalbar Divonis Hukuman Mati Topseventh Ilustrasi hukuman mati dengan cara ditembak bagian organ jantung. AS sempat masuk daftar pencarian orang (DPO), dan berhasil ditangkap pada 9 November 2019. “AS merupakan seorang wanita, namun perannya sangat besar karena mengendalikan peredaran,” sebut Gembong. Gembong mewakili Polda Kalbar mengapresiasi Pengadilan Negeri Mempawah terhadap putusan tersebut. Dia mengatakan, dengan dijatuhkan hukuman tertinggi bisa memberi shock therapy bagi bandar narkotika lainnya yang saat ini masih mencoba untuk melancarkan aksinya. Direktorat Resnarkoba Polda Kalbar menyebut AS adalah bandar bergelar Ratu Narkobanya Kalbar."Karena dia adalah pengendali dan pemodal jaringan narkoba yang ada di Kalbar." "Sebab dia membiayai operasional jaringannya yang berhasil kita tangkap pada 8 April 2019 lalu," ujar Direktur Resnarkoba Polda Kalbar Kombes Pol Gembong Yudha, Senin (13/4/2020). Dikatakannya lagi dari aset yang disita itu. "Ada dua unit kapal motor air yakni menjadi sarana pembawa narkotika dari tengah laut ‎sekitar wilayah Laut Natuna dan satu unit sepeda motor, itu milik AS," katanya. Lebih lanjut, AS alias NA melarikan diri saat ke lima jaringannya tertangkap saat akan mengedarkan narkoba. Dari kelima orang jaringannya berhasil disita narkotika yang totalnya sekitar 8,24 Kg sabu-sabu dan 18.762 butir pil ekstasi pada 8 April 2019 di Mempawah dan Kubu Raya. Gembong‎ menuturkan saat ini dirinya tengah mempersiapkan penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait kasus narkotika AS. "Dia ini pemain lama dan bandar yang memiliki jaringan internasional, maka wajar kita sebut dia adalah Ratu Narkobanya Kalbar." "Contohnya saja dua kapal motor air yang kita sita saat ini yang merupakan menjadi sarana untuk memasok narkoba melalui jalur air." "Itu memiliki nilai ratusan juta, yang kita duga kuat hasil narkoba, karena miliknya," ‎ungkapnya. Home » Metropolis » Pontianak Kerap Transaksi di Tengah Laut Natuna, Bandar Narkoba Wanita Kalbar Divonis Hukuman Mati Selasa, 14 April 2020 09:39 Kerap Transaksi di Tengah Laut Natuna, Bandar Narkoba Wanita Kalbar Divonis Hukuman Mati Topseventh Ilustrasi hukuman mati dengan cara ditembak bagian organ jantung. Gembong‎ menuturkan saat ini dirinya tengah mempersiapkan penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait kasus narkotika AS. "Dia ini pemain lama dan bandar yang memiliki jaringan internasional, maka wajar kita sebut dia adalah Ratu Narkobanya Kalbar." "Contohnya saja dua kapal motor air yang kita sita saat ini yang merupakan menjadi sarana untuk memasok narkoba melalui jalur air." "Itu memiliki nilai ratusan juta, yang kita duga kuat hasil narkoba, karena miliknya," ‎ungkapnya. Lanjutnya, saat ini kita masih menyelidiki aset-aset mana saja milik AS yang merupakan hasil dari transaksi narkoba yang dilakukannya di Kalbar. Ia juga membenarkan lima orang jaringan AS yang telah mereka tangkap tersebut, oleh Pengadilan Negeri Mempawah terlebih dahulu divonis pidana penjara seumur hidup. "Kita baru terima informasi putusan AS dari Pengadilan negeri Mempawah pada hari jumat kemarin, kita puas dengan hasil penegakan hukum oleh majelis hakim dan kejaksaan," pungkasnya. Hakim Vonis Mati Sebelumnya, diberitakan seorang wanita divonis pidana hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Mempawah terkait kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 8.1 Kilogram (Kg) dan pil ekstasi sebanyak 18.762 butir. Terpidana mati tersebut diketahui berinisial AS alias NA (35)‎ merupakan warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Ia tertangkap oleh anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalbar pada 8 November 2019 lalu di PLBN Entikong, Sanggau setelah melarikan diri ke Malaysia dan buron selama 6 bulan. Dalam petikan keputusan Pengadilan Negeri Mempawah Nomor 22/Pid.sus/2020/PN Mpw‎. AS alias NA terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melakukan permufakatan jahat menjadi perantara dalam peredaran narkotika golongan 1 bukan tanaman melebihi 5 gram sesuai dengan pasal 114 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 jo Pasal 132 Ayat 1. Oleh majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Rini Masyithah, bersama hakim anggota Anwar W.M Sagala dan Laura Theresia Situmorang dijatuhkan pidana kepada AS alias NA dengan pidana mati pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Mempawah, Senin (6/4/2020) kemarin. Baca Selanjutnya: Razia Keramaian di Tengah Pandemi Corona, Petugas Gabungan Langsung Lakukan Rapid Tes Warga X Ia tertangkap oleh anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalbar pada 8 November 2019 lalu di PLBN Entikong, Sanggau setelah melarikan diri ke Malaysia dan buron selama 6 bulan. Dalam petikan keputusan Pengadilan Negeri Mempawah Nomor 22/Pid.sus/2020/PN Mpw‎. AS alias NA terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melakukan permufakatan jahat menjadi perantara dalam peredaran narkotika golongan 1 bukan tanaman melebihi 5 gram sesuai dengan pasal 114 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 jo Pasal 132 Ayat 1. Oleh majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Rini Masyithah, bersama hakim anggota Anwar W.M Sagala dan Laura Theresia Situmorang dijatuhkan pidana kepada AS alias NA dengan pidana mati pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Mempawah, Senin (6/4/2020) kemarin. Terpidana mati AS alias NA merupakan bandar narkotika yang sempat melarikan diri, setelah anggota Direktorat Resnarkoba Polda Kalbar meringkus lima orang jaringannya di Kabupaten Mempawah dan Kubu Raya, Senin (8/4/2019) lalu. Kelima orang jaringan AS alias NA ini yakni JM, BD, IS, UM dan IK oleh Pengadilan Negeri Mempawah terlebih dahulu telah diadili dan divonis pidana penjara seumur hidup. (*) sumber : TribunPontianak.co.id

Tidak ada Komentar

Tulis Komentar

Identitas Anda sangat diperlukan, Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan.

Statistik : Jum'at, 5 Juni 2020

Sedang Akses : 2 Pengunjung
Hari Ini : 73
Bulan ini : 413
Tahun ini : 12857
Hit hari ini : 235
Total Hit : 643468

Back to Top

×