Kejari Mempawah Musnahkan 298 Gram Sabu Sabu

Melaksanakan aturan hukum yang berlaku, Kejari Mempawah melaksanakan proses pemusnahan Barang Bukti (BB) terhadap perkara yang telah inkracht. Salah satunya BB perkara narkotika berupa sabu-sabu seberat 298,4533 gram yang dimusnahkan dengan cara dilarutkan bersama air dan pembersih lantai. Dipimpin Kajari Mempawah, Antoni Setiawan, kegiatan pemusnahan BB tersebut disaksikan Kepala BNN Mempawah, Abdul Haris Daulay, Muspida dan wartawan media cetak dan elektronik di Kabupaten Mempawah, Rab (18/03/2020) pagi di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Mempawah di Jalan Raden Kusno Mempawah. Kajari, Antoni Setiawan, kepada wartawan mengungkapkan, BB yang dimusnahkan merupakan periode Mei 2019-Februari 2020. BB tersebut berasal dari 168 perkara yang telah mendapatkan kekuatan hukum tetap melalui vonis Pengadilan Negeri (PN). “168 perkara itu terdiri dari kasus Keamanan dan Ketertiban Umum (Kamtibum) sebanyak 49 perkara, Orang dan Harta Benda (Orharda) sebanyak 28 perkara dan Tindak Pidana Umum Lainnya (TPUL) sebanyak 91 perkara,” ungkap Antoni. Terkait TPUL, tambah Antoni terdiri dari sejumlah kasus seperti narkotika sebanyak 67 perkara, perlindungan anak 6 perkara, kehutanan 6 perkara, kesehatan 2 perkara, BKSDA 1 perkara, UU Darurat 2 perkara, Mineral dan Batu Bara 1 perkara, karhutla 4 perkara dan uang palsu 2 perkara. “Untuk narkotika BB berupa sabu-sabu seberat 298,4533 gram dan pil ekstasi seberat 0,207 gram. Semuanya sudah dalam bentuk dilarutkan dan dilembutkan,” ujarnya. Dalam proses pemusnahannya, terang Antoni, dilakukan dengan berbagai cara sesuai material BB itu sendiri. Misalnya, dia mencontohkan, BB narkotika dilarutkan dalam air yang dicampur dengan pembersih lantai. Sedangkan senjata tajam, senjata api dan sejenisnya dipotong dengan mesin pemotong. “Sedangkan BB berupa uang palsu dan perkara karhutla yang BB nya seperti korek api, jerigen, cangkul dan ember, maka dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan ini untuk memastikan BB tidak disalahgunakan,” tegasnya. Lebih jauh, Antoni menjelaskan, proses pemusnahan BB harus melalui prosedur dan mekanisme yang telah ditetapkan UU. Salah satu syaratnya pemusnahan harus disaksikan oleh pihak terkait termasuk dipublikasikan oleh media massa. “Setelah BB dimusnahkan maka harus dicatat dalam Berita Acara (BA) sebagai bentuk pertanggungjawaban,” tukasnya. sumbe : suarakalbar

Tidak ada Komentar

Tulis Komentar

Identitas Anda sangat diperlukan, Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan.

Statistik : Kamis, 13 Agustus 2020

Sedang Akses : 1 Pengunjung
Hari Ini : 87
Bulan ini : 1266
Tahun ini : 19866
Hit hari ini : 224
Total Hit : 666006

Back to Top

×