BI Blokir Rekening Untuk Penipu

Bank Indonesia menyatakan sejak tahun 2007 hingga tengah tahun ini sudah ada 15 ribu lebih kasus penipuan di rekening. Untuk menyelesaikan kasus ini, bank sentral mengembangkan aturan bye laws atau pemblokiran rekening. Pusat pelaksana analisis Transaksi keuangan (PPATK). Kepolisian,dan Kejaksaan juga diminta terlibat. Kepala Devisi pengembangan dan kebijakan sistem pembayaran Bank Indonesia Aribowo menyatakan, telah mengembangkan aturan bye laws atau pemblokiran rekening. Aturan ini telah ada sejak 2000 lalu. Awalnya bye laws digunakan oleh anggota komite yang terkategori sebagai lembaga keuangan bank. Latar belakang munculnya bye laws ini karena Bnk Indonesia melihat ada ribuan rekening di bank yang digunakan sebagai penampung hal penipuan. “Bye laws adalah pemblokiran rekening, penghentian sementara rekening yang berkaitan dengan nasabah yang identitasnya fiktif, karena rekeningnya menampung hasil kejahatan. Ada indikasi hasil kejahatan .”kata mediator Madya Senior Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankkan Bank Indonesia Sondang Martha Samosir. Penipuan intinya meminta nasabah melakukan transfer dana ke nomor rekening tertentu di bank, seperti undian berhadiah palsu, surat perintah transfer fiktif, dan jenis-jenis penipuan lainnya. “Kejahatan –kejahatan lain seperti Card Trapping, Card Skimming, dan semua kejahatan-kejahatan yang termasuk dalam Cyber crime atau cyber fraud yang mengakibatkan adanya transfer dana dari rekening nasabah ke korban kepada rekenig penerima dana yang dilakukan pihak lain secara melawan hkum,”katanya umunya rekening penerima dana menggunakan identitas fiktif. sumber : Tempo.co

Tidak ada Komentar

Tulis Komentar

Identitas Anda sangat diperlukan, Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan.

Statistik : Jum'at, 6 Desember 2019

Sedang Akses : 1 Pengunjung
Hari Ini : 59
Bulan ini : 278
Tahun ini : 15078
Hit hari ini : 138
Total Hit : 610811

Back to Top

×