Jaksa Agung Lantik Pejabat Eselon II dan Kajati

Jaksa Agung RI, Dr. (HC) H.M Prasetyo melantik sejumlah Pejabat Eselon II dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di Korps Adhyaksa. Pelantikan tersebut berlangsung di Sasana Baharudin Loppa, Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-161/A/JA/06/2019 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Struktural Di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Jaksa Agung RI, Dr. (HC) H.M Prasetyo mengatakan bahwa dalam proses penegakan hukum maka peran dan posisi penegak hukum merupakan faktor yang penting dan menentukan dalam mewujudkan keadilan, kebenaran dan kepastian, sebagai penegasan dari cita-cita hukum yang harus pula memberi kemanfaatan. “Melalui pemahaman betapa pentingnya peranan penegak hukum itu, maka eksistensi keberadaan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan tidak hanya dituntut untuk sekedar harus mampu melaksanakan dan menjabarkan fungsi, tugas, dan kewenangannya dengan begitu saja, tetapi selain itu harus mampu pula membentuk profil, pribadi, kwalitas dan jati dirinya sebagai pilar penyangga yang kokoh dan kuat yang dapat dipercaya untuk menjamin dan memastikan bahwa penegakan hukum akan berjalan sesuai asas, kaidah, norma, dan koridor hukum dengan baik dan benar (on the right track),”terangnya. Lebih lanjut dijelaskan, sejalan dengan itu, maka sudah sepatutnya semua pihak memahami bahwa setiap pekerjaan, tindakan, dan segala aktifitas aparat penegak hukum dalam proses penegakan hukum, tidak terperangkap rutinitas, berpandangan konvensional yang menganggap pelaksanaan tugas, tanggung jawab yang melekat pada kewenangannya sebagai business as usual, dimana ketika kejahatan marak terjadi, barulah sibuk bertindak, layaknya pemadam kebakaran yang baru akan berbuat dan bekerja ketika peristiwanya sudah terjadi. “Bagi penegak hukum yang baik, tidak kalah penting harus dilakukan adalah menjaga dan mencegah bagaimana agar peristiwa dan tindak pidana tidak terjadi disamping bagaimana agar proses penegakan hukum penindakan berjalan secara paralel sekaligus diarahkan tentang bagaimana pula membangun kesadaran hukum masyarakat (legal consciousness),”paparnya. Jaksa Agung juga menegaskan kepada para Pejabat yang baru dilantik untuk disadari bersama agar segala bentuk sikap perilaku dan perbuatan yang dapat mengakibatkan rusaknya kepercayaan, gambaran dan penilaian yang cenderung akan semakin meruntuhkan kepercayaan masyarakat seperti itu harus segera ditinggalkan dan dihentikan. Sebab hal itu niscaya harus dilakukan sebagai persoalan penting untuk menjaga marwah dan martabat hukum dan penegak hukum Kejaksaan, agar kembali dipercaya. Dikatakan Jaksa Agung, oleh sebab itu sangat benar adanya pendapat yang menyatakan bahwa “integrity is the key to understanding legal practice.” Dan tidak berlebihan pula jika integritas dianggap merupakan kunci dan prasyarat utama yang harus dipenuhi dan dipegang teguh terlebih dahulu oleh segenap aparat penegak hukum guna terwujudnya penerapan, langkah, tindakan dan keputusan yang pasti, benar dan adil sebagaimana yang diharapkan semua pihak. Sejalan dengan hal itu maka harus semakin ditanamkan sebagai sebuah etikad, moral dan kesadaran dalam diri segenap insan penegak hukum, bahwa: proses penegakan hukum yang baik dan benar hanya akan terwujud bila masalah integritas dianggap keutamaan dan dijadikan landas pijakannya. “Berkenaan dengan itulah maka, mengapa selama ini saya tidak pernah bosan mengingatkan agar keluhuran dan kemurnian integritas diri perlu bersama-sama dijaga agar citra institusi dan kebaikan diri sendiri tetap terawat dan terjaga,”terangnya. Mengakhiri sambutan ini, Jaksa Agung mengingatkan bahwa setiap alih tugas, mutasi dan promosi ditandaindengan diselenggarakannya prosesi dan acara pelantikan, penyumpahan dan serah terima seperti sekarang ini, hendaknya tidak sekadar dipandang sebagai sebuah rutinitas dan kegiatan seremonial belaka, tapi lebih dari itu harus dianggap sebagai pengingat bahwa tugas maupun jabatan yang diterima dan diserahkan adalah merupakan sebuah kepercayaan yang membawa konsekuensi tanggung jawab untuk diemban dan dilaksanakan sebagai sebuah amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik, diimbangi dengan kerja keras penuh kesungguhan, ketulusan, keikhlasan, kecintaan dan kejujuran agar tidak ternodai dan dicederai.

Tidak ada Komentar

Tulis Komentar

Identitas Anda sangat diperlukan, Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan.

Statistik : Minggu, 8 Desember 2019

Sedang Akses : 1 Pengunjung
Hari Ini : 54
Bulan ini : 375
Tahun ini : 15175
Hit hari ini : 315
Total Hit : 611228

Back to Top

×