REPUBLIK INDONESIA AMANAT JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA PADA APEL PERINGATAN HARI ULANG TAHUN PERSATUAN JAKSA INDONESIA KE 26 TAHUN 2019 Jakarta, 17 Juni 2019

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastiastu, Namo Budhaya, Salam Kebajikan, Segenap Keluarga Besar Persatuan Jaksa Indonesia di Seluruh Penjuru Tanah Air dan dimanapun bertugas yang Saya Banggakan, Para Hadirin dan Undangan yang Saya Hormati, Di tengah kehangatan suasana kebersamaan dan ke esaan sebagai insan Adhyaksa ini, sudah selayaknya kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Watta’ala, Tuhan Yang Maha Pemersatu, karena hanya atas limpahan rahmat, karunia, perlindungan, petunjuk serta bimbingan-Nya, secara berkelanjutan kepada kita masih diberi anugerah kesempatan menyelenggarakan kembali Apel Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Jaksa Indonesia ke-26 Tahun 2019 ini, yang sedianya jatuh pada tanggal 15 Juni 2019 yang lalu dan baru kita laksanakan pada hari ini. Pada kesempatan yang berbahagia seperti ini, karena masih berada dalam suasana Lebaran diawal bulan Syawal 1440 H dimana segenap umat muslim baru saja selesai menunaikan ibadah puasa ramadhan, rasanya masih merupakan saat yang baik bagi kita untuk saling bermaaf- maafan. Disertai harapan dan keyakinan bahwa berkat menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kewajiban yang telah usai dilaksanakan tersebut, diharapkan akan mampu meningkatkan kematangan, integritas, disiplin diri sejalan dengan meningkatnya kesempurnaan keimanan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta, Allah Subhanahu Watta’ala. Para Jaksa yang saya banggakan, Patut disyukuri pula bahwa memasuki usia yang ke-26, sebagai sebuah organisasi profesi wadah pengabdian para Jaksa, alhamdulillah tidak sedikit rasanya PJI telah melakukan berbagai upaya yang ditorehkan para anggotanya, mengukir rekam jejak dan prestasi keberhasilan atas ditegakkannya hukum ditanah air tercinta. Karena sebagai sebuah organisasi profesi yang menjadi wadah berkumpulnya seluruh Jaksa pada hakekatnya juga merupakan ladang untuk memupuk dan memperkuat serta menyuburkan jiwa korsa yang sangat diperlukan bagi terciptanya semangat bersama membangun soliditas, menjaga integritas dan kesadaran menebar kebaikan. Oleh sebab itulah PJI akan selalu dibutuhkan kehadirannya sebagai penyangga jatidiri setiap insan Adhyaksa bahwa seorang penegak hukum, walau ditengah kehidupan kesehariannyapun ditengah masyarakat dituntut harus mampu memberi contoh dan tauladan yang baik bagi lingkungannya. Saudara-saudara para Jaksa dan hadirin sekalian yang saya hormati, Sekira masih ada yang mempertanyakan tentang mengapa PJI dianggap merupakan pilar penyangga bagi lembaga Kejaksaan, maka jawabannya adalah dikarenakan PJI sejak awal dicetuskan dan didirikan telah dilengkapi dengan aturan- aturan yang secara prinsip sarat dengan muatan nilai-nilai kepatutan tentang sikap, etika, moral, disiplin diri, profesionalitas dan integritas untuk diaktualisasikan oleh segenap anggotanya. Bahwa Dengan struktur organisasi dan jaringan baik dipusat maupun seluruh daerah maka tentunya PJI dapat secara optimal dan intensif turut menjaga, memberi bimbingan serta memotivasi segenap anggotanya yang pada gilirannya sangat membantu penguatan institusi dalam memikul tugas tanggung jawab penegakan hukum dengan beragam kendala dan problematikanya. Para Peserta Apel, Hadirin serta Undangan yang Saya Hormati, Hari Ulang Tahun PJI Tahun 2019 yang kali ini mengangkat tema “Kokohkan Soliditas Untuk Pelayanan Terbaik Bagi Negeri”, cukup relevan dengan kehendak mendorong semangat dan kesadaran untuk mempersembahkan karya terbaik terutama dalam mewujudkan supremasi hukum guna mendukung kemajuan bangsa, yang untuk itu mutlak dibutuhkan kesamaan pola, tempo dan irama, baik pada tataran konsep dan cara dalam berpikir, bersikap maupun pada tahapan praktek pelaksanaan semua program serta kebijakan yang telah digariskan dan diputuskan. Karena hanya dengan bekal keterpaduan dan keharmonisan dalam sebuah jalinan yang kuat itulah penegakan hukum yang memancarkan sinar keadilan yang berkepastian dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang mendambakannya tidak lagi hanya akan tinggal dalam angan dan impian, namun benar-benar akan mampu dihadirkan menjadi sebuah kenyataan. Dengan demikian, maka tidak ada pilihan lain bagi PJI beserta segenap anggotanya dari saat kesaat secara konsisten dan berkelanjutan, perlu memantapkan tekad, mengerahkan seluruh potensi dan sumber daya organisasi yang dimilikinya, untuk berbuat apa yang terbaik yang dapat dilakukan demi menjaga dan mendukung eksistensi lembaga Kejaksaan RI tempat pengabdian bagi para anggotanya, agar menjadi semakin baik, kuat dan terhormat karena kinerja dan prestasinya yang membanggakan. Terlebih didalam perjalanan praktek penegakan hukum yang menjadi tanggung jawab utama Kejaksaan sekarang ini dan dimungkinkan masih akan terjadi dimasa-masa mendatang tidaklah semakin sederhana dan mudah. Tergambar dengan adanya berbagai perbuatan kriminal yang terjadi sebagai sebuah ekses yang menyertai praktek kehidupan berdemokrasi di negara kita yang cenderung belum menemukan jati diri yang sesungguhnya. Bahwa dalam setiap pelaksanaan kontestasi pemilihan, baik pemilihan kepala daerah, presiden dan wakil presiden maupun pemilihan anggota legislatif, kian nampak seringkali diterapkannya praktek “politik identitas”, membawa dan mengedepankan isue SARA yang hanya sekedar mengejar kepentingan jangka pendek untuk meraih kekuasaan dan kedudukan meski disisi lain disadarinya telah mengundang bahaya yang berpotensi mengancam keutuhan negara dan bangsa. Belum lagi dengan adanya sementara kelompok yang memiliki paham radikalisme yang berusaha keras memaksakan kehendaknya merobah ideologi dan tata cara bernegara selain Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Begitu pula halnya dengan kemajuan tehnologi informasi yang disalah gunakan sebagai sarana menyebarkan berita-berita bohong atau hoax yang menyesatkan dan ujaran kebencian serta adu domba di tengah masyarakat juga berpotensi mengancam nilai-nilai kebangsaan, kesatuan dan persatuan yang pada akhirnya harus bermuara pada proses hukum. Sejalan dengan itu, maka keberadaan PJI diharapkan mampu mendorong meningkatkan kapasitas para Jaksa anggotanya agar menjadi penegak hukum yang didalam mengemban tugas dan kewenangannya selalu mengutamakan integritas, kompetensi dan kapabilitas, selain perlunya pula dilakukan secara terus menerus upaya pengayaan pengetahuan dan wawasan untuk melengkapi kemampuan dan profesionalitas dirinya. Figur-figur insan Adhyaksa seperti itulah yang kita yakini akan mampu memiliki performa dan sosok yang benar-benar mumpuni, memiliki kemampuan prima yang akan mampu memprediksi, mengantisipasi, dan mengatasi berbagai masalah, persoalan dan problematika yang sedang dan akan dihadapi Para Jaksa yang saya cintai dan banggakan. Berkenaan hal utama lain yang dituntut harus dimiliki oleh setiap Jaksa adalah sikap, perilaku dan integritas. Dalam masalah yang harus dipandang sangat penting dan mendasar ini, seharusnyalah PJI sebagai wadah dan organisasi para Jaksa juga turut bertanggung jawab dan dapat berperan sebagai wahana bagi terbentuknya Jaksa yang teruji dan terpuji. Insan Adhyaksa yang memegang teguh kejujuran, bersih dari sikap, perilaku dan perbuatan tercela yang dapat mencederai keluhuran nama korps dan intitusinya. Selalu mengingatkan setiap anggotanya bahwa menyandang profesi sangat terhormat sebagai seorang Jaksa, yang didalamnya diikat erat oleh sumpah yang mengandung janji-janji luhur berupa komitmen etika dan moral yang wajib diingat, dipegang teguh dan dipatuhi untuk pada saatnya akan dimintakan pertanggung jawaban bukan hanya kepada masyarakat tetapi lebih dari itu kepada Allah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Karena untuk hal yang satu ini, jujur harus diakui tentang masih adanya persoalan yang secara konsisten harus mendapat perhatian serius, diperlukannya langkah dan upaya pengawasan, pembinaan, perbaikan, pembenahan bahkan penindakan agar harkat, martabat, marwah dan keluhuran profesi Jaksa semakin baik dan tetap terjaga. Masih sering ditemuinya sesuatu yang cenderung dapat mengganggu dan menciderai citra korps, berkaitan masalah profesionalitas dan integritas dari sementara oknum jaksa yang mengabaikan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pelayanan dan pekerjaannya, masih adanya jaksa-jaksa yang dengan sengaja terbiasa menyalahgunakan kesempatan dan kewenangannya, disamping beberapa perbuatan tercela lain yang tidak selayaknya dilakukan oleh penyandang profesi terhormat seorang Jaksa. Segenap Jaksa anggota PJI dimanapun berada, Mengingat begitu pentingnya peneguhan jati diri dari setiap Jaksa yang wajib menjaga martabat dan keluhuran profesinya, maka diharapkan intensitas peran dan dukungan dari organisasi profesi PJI juga begitu diperlukan agar mampu membangun soliditas para Jaksa anggotanya. Sebab rasa kesatuan, persatuan dan kebersamaan adalah merupakan prasyarat utama terbentuknya jiwa korsa yang akan mewarnai setiap langkah, perbuatan dan tindakan, baik dalam lingkup pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan keseharian. Untuk ini, Kita patut memberikan apresiasi dan penghargaan, bahwa selama ini PJI telah menerjemahkan dipupuknya rasa senasib sepenanggungan ini dengan memberikan bantuan pendampingan dan advokasi bagi anggotanya yang terlibat dalam sebuah persoalan ataupun kasus hukum berkenaan masalah etika serta pelanggaran disiplin lainnya. Di samping itu dalam beberapa kegiatan dan kesempatan PJI telah pula memberikan perhatian, kepedulian dan bantuan bukan sebatas hanya kepada anggotanya dan kepada warga Kejaksaan namun juga kepada masyarakat umum yang sedang mengalami musibah bencana atau kedukaan lainnya. Dalam beberapa hal PJI juga turut mendorong merekomendasikan anggotanya untuk mendapatkan reward karena prestasi yang diraihnya. Berbagai aktifitas dan langkah positip semacam ini kiranya perlu tetap dilanjutkan bahkan ditingkatkan. Saudara-saudara yang berbahagia. Mengakhiri amanat ini, kembali saya meletakkan harapan besar kepada segenap anggota PJI, agar dalam mengemban tugas, fungsi dan kapasitasnya masing-masing selalu dapat menampilkan dan membuktikan diri sebagai Insan Adhyaksa yang baik, teruji, terpuji, dan mumpuni, yang mampu membuat Lembaga yang kita cintai bersama, Kejaksaan RI menjadi sebuah institusi Penegak Hukum yang berwibawa, dihargai, diperhitungkan, dihormati dan dicintai, sebagai modal utama guna dapat meningkatkan kontribusi, andil dan peran dalam setiap upaya membangun negeri Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan, dalam kesempatan yang berbahagia dan membanggakan ini. Akhirnya, Saya ucapkan Selamat Ulang Tahun Persatuan Jaksa Indonesia yang ke-26, disertai doa dan harapan kiranya segala bentuk pengabdian bagi negeri yang tercurah dalam setiap tetesan keringat dan kerja keras para insan Adhyaksa mendapat limpahan berkah dan ganjaran setimpal dari Allah Subhanahu Watta’ala. Semoga pula Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan iman, rahmat, dan ridha-Nya bagi perjuangan kita semua mewujudkan Korps Adhyaksa dan Kejaksaan RI yang lebih baik dan lebih sempurna saat ini, selalu dan sepanjang masa. Amin. ”Dirgahayu Persatuan Jaksa Indonesia” Sekian dan terima kasih. Wabilahitaufiq walhidayah. Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Salam Sejahtera bagi kita semua. Om Santi Santi Santi Om. Namo Budhaya. Salam Kebajikan. JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA. H.M Prasetyo

Tidak ada Komentar

Tulis Komentar

Identitas Anda sangat diperlukan, Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan.

Statistik : Minggu, 8 Desember 2019

Sedang Akses : 1 Pengunjung
Hari Ini : 53
Bulan ini : 374
Tahun ini : 15174
Hit hari ini : 302
Total Hit : 611215

Back to Top

×