Targetkan Pabrik Alumina Awal 2022 Beroperasi

MEMPAWAH- Meningkatkan silaturahmi dan komunikasi, Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar acara buka puasa bersama PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) di Resto Galaherang Mempawah, Senin (20/5) sore. Dihadiri Wakil Bupati Mempawah, H Muhammad Pagi, pertemuan tersebut berlangsung akrab dan santai. epada wartawan, Muhammad Pagi menyebut pertemuan antara pemerintah daerah dan swasta itu bertujuan untuk merajut ukhuwah islamiyah dan mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dengan perusahaan yang ada diwilayah kerjanya. “Kami mengapresiasi dan mendukung aktivitas perusahaan yang benar-benar serius membangun daerah ini. Misalnya PT BAI yang akan bergerak dibidang tambang. Pastinya akan berdampak positif untuk pembangunan dan kemajuan perekonomian di Kabupaten Mempawah,” pendapat Wabup. Menurut Wabup, dengan luas wilayah Kabupaten Mempawah yang semakin kecil, maka menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, fasilitas umum dan pengembangan sektor SDM hingga kesejahteraan masyarakat itu sendiri. “Untuk mencapai semua ini, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. melainkan perlunya dukungan dari swasta dan seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat dimasa mendatang,” tuturnya. Alhamdulillah, timpal Muhammad Pagi, saat ini di Kabupaten Mempawah mendapatkan dua mega proyek berskala nasional. Yakni pelabuhan kijing dan tambang bauksit di Kecamatan Sungai Kunyit. Diharapkan kedua proyek tersebut mampu mendongkrak perekonomian masyarakat dan memajukan daerah. “Kami menekan kepada perusahaan yang beraktivitas di daerah ini lebih memprioritaskan masyarakat lokal untuk bekerja sesuai kompetensi dan kemampuannya masing-masing. Terkait persiapan tenaga kerja, kami mulai mempersiapkan SDM lokal yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas industri. Nanti akan dibangun sekolah-sekolah dan pelatihan-pelatihan sesuai bidang kebutuhannya,” tegasnya. Sementara itu, Direktur PT BAI, Bambang Wijanarko mengungkapkan saat ini pihaknya sedang melaksanakan proses pembebasan lahan di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit. Dan proses pembebasan lahan itu sendiri dikatakannya sudah hampir mencapai seratus persen. “Selanjutnya, akhir bulan Juli nanti atau awal Agustus akan dimulai proses pemancangan dan kami sudah memiliki pemenang yang akan mengerjakan proyek ini,” paparnya. Setelah itu, sambung Bambang, pada awal tahun 2020 nanti pembangunan fisik sudah akan dilaksanakan. Dia memperkirakan pembangunan fisik tersebut akan berlangsung selama 3 tahun kedepan. “Target kami pekerjaan pembangunan rampung pada akhir 2021, dan di awal tahun 2022 nanti kita bisa melakukan tahapan ujicoba,” harapnya. Terkait lahan, Bambang mengatakan pihaknya membutuhkan sedikitnya 280 hektar yang menghubungkan antara pabrik ke area pelabuhan kijing. Dengan begitu, akan terkoneksi antara pabrik dan pelabuhan untuk mendukung kelancaran operasional pengolahan bauksit. “Perusahaan ini bergelut dibidang alumina. Kami didirikan atas kerjasama PT Antam dan PT Inalum. Selama ini kita terpaksa mengimpor bahan baku dari luar negeri. Padahal, kita punya SDA bahan baku yang cukup potensial,” pendapatnya. Makanya, lanjut dia, dengan penambangan di Kecamatan Sungai Kunyit tersebut akan menyambungkan mata rantai yang putus, dan menghemat devisa negara sekaligus membantu neraca perdagangan. Untuk itu, dia berharap seluruh proses pembangunan berjalan dengan baik dan lancar. “Untuk tenaga kerja, kita punya beberapa ring. Untuk ring 1 tentu kita sudah persiapkan, sedangkan untuk ring 2 kita akan ambil dari tenaga kerja lokal di Kabupaten Mempawah yang disesuaikan bidang keahlian masing-masing,” tukasnya. sumber : PontianakPost

Tidak ada Komentar

Tulis Komentar

Identitas Anda sangat diperlukan, Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan.

Statistik : Minggu, 8 Desember 2019

Sedang Akses : 1 Pengunjung
Hari Ini : 53
Bulan ini : 374
Tahun ini : 15174
Hit hari ini : 259
Total Hit : 611172

Back to Top

×